Rabu, 23 Maret 2016

Resume



MENULIS SEBAGAI SUATU KETERAMPILAN BERBAHASA
Karya : DR. Henry Guntur Tarigan

            Keterampilan berbahasa mempunyai empat komponen, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan yang terakhir keterampilan menulis. (Nida, 1957: 19; Harris, 1977: 9; Tarigan,1981:1).
            Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Semakin trampil seseorang berbahasa, semakin cerah dan jelas pula jalan pikirannya. Keterampilan hanya dapat diperoleh dan dikuasai dengan jalan praktek dan banyak latihan. Melatih keterampilan berbahasa berarti pula melatih keterampilan berpikir. (Tarigan, 1980: 1, 1981: 2. Dawson [ et al] , 1963 : 27). Ketrampilan menulis ini tidak akan datang secara otomatis, melainkan, harus melalui latihan dan praktek yang banyak dan teratur. Kiranya tidaklah terlalu berlebihan bila kita katakan bahwa keterampilan menulis merupakan suatu ciri dari orang yang terpelajar atau bangsa yang terpelajar. Sehubungan dengan hal ini ada seorang penulis yang mengatakan bahwa “menulis dipergunakan oleh orang terpelajar untuk mencatat/merekam, meyakinkan, melaporkan/memberitahukan, dan mempengaruhi; dan maksud serta tujuan seperti itu hanya dapat dicapai dengan baik oleh orang-orang yang dapat menyusun pikiannya dan mengutarakan dengan jelas, kejelasan ini tergantung pada pikiran, organisasi, pemakaian kata-kata, dan struktur kalimat.” (Morsey, 1976 : 122).
            Antara menulis dan membaca  terdapat hubungan yang sangat erat. Bila kita menuliskan sesuatu, maka pada prinsipnya kita ingin agar tulisan itu dibaca oleh orang lain; paling sedikit dapat kita baca sendiri pada saat lain. Kalimat tujuan direncanakan untuk menolong kita untuk berpegang teguh pada pikiran pokok yang ada dalam hati kita dan mengarahkan responsi yang kita inginkan dari pembaca. Adapun ciri-ciri tulisan yang baik itu antara lain :
a.      Tulisan yang baik mencerminkan kemampuan sang penulis mempergunakan nada yang serasi.
b.      Tulisan yang baik mencerminkan kemampuan sang penulis menyusun bahan-bahan  yang tersedia menjadi keseluruhan yang utuh.
c.      Tulisan yang baik mencerminkan kemampuan sang penulis untuk menulis dengan jelas dan tidak samar-samar.
d.      Tulisan yang baik mencerminkan kemampuan sang penulis untuk menulis secara meyakinkan.
e.      Tulisan yang baik mencerminkan kemampuan sang penulis untuk mengkritik naskah tulisannya yang pertama serta memperbaikinya.
f.       Tulisan yang baik mencerminkan kebanggan sang penulis dalam naskah atau manuskrip.
Penulis yang baik menyadari benar-benar bahwa hal-hal kecil seperti itu dapat memberi akibat yang kurang baik terhadap karanya. (Adelstein & Pival, 1976 : xxi). Secara singkat ada pula ahli yang merumuskan ciri-ciri tulisan yang baik seperti berikut ini:
a)     Jujur: jangan coba memalsukan gagasan atau ide anda.
b)     Jelas: jangan membingungkan pembaca.
c)     Singkat: jangan memboroskan waktu pembaca.
d)     Usahakan keanekaragaman: panjang kalimat yang beraneka ragam; berkarya dengan penuh kegembiraan. (Mc. Mahan & Day; 1960 : 6).
Secara singkat dapatlah dikemukakan bahwa :
a.      Tulisan dibuat untuk dibaca.
b.      Tulisan didasarkan pada pengalaman.
c.      Tulisan ditingkatkan melalui latihan terpimpin .
d.      Dalam tulisan makna menggantikan bentuk.
e.      Kegiatan-kegiatan bahasa lisan hendaklah mendahului kegiatan menulis. (Logan [at al], 1972 : 297).

Carlyle, Kant, Mirabeau, dan Renan – yang percaya bahwa penemuan tulisan benar-benar telah membentuk awal peradaban yang nyata. Pendapat-pendapat tersebut benar-benar ditunjang pula oleh pernyataan yang acapkali dikutip dalam antropologi; “As language distinguishes man from animal, so writing distinguishes civilized man from barbarian” (Sebagaimana bahasa membedakan mansia dari binatang, begitupula tulisan membedakan manusia beradab dari manusia biadab). Atau dengan kata lain : Tulisan hanya terdapat dalam peradaban, dan peradaban tidaklah ada tanpa tulisan. ( Gleb, 1969: 2212).
Hubungan erat antara menulis dan berbicara. Kedua-duanya memliki ciri yang sama, yaitu produktif dan ekspresif. Perbedaannya ialah bahwa dalam menulis diperlukan penglihatan dan gerak tangan, sedangkan dalam berbicara diperlukan pendengaran dan pengucapan. “Retorik adalah seni penggunaan bahasa secara tepat guna”. (Brooks and Warren, 1979 : 5). Persamaan antara tulisan dan ujaran ialah bahwa kedua-duanya :
·        Merupakan alat komunikasi
·        Merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa
·        Bersifat ekspresif
·        Bersifat produktif
·        Memerlukan kosa kata yang cukup
·        Menggunakan struktur kata, frase, kalimat
·        Menuntut kecepatan umum
·        Menuntut latihan intensif
·        Menuntut pendidikan khusus berprogram.
Perbedaan atara keduanya :
Tulisan ada di atas kertas. Untuk dilihat/dibaca. Dapat dilihat, tidak dapat disimak. Sedikit/hampir tidak ada pengulangan. Menggunakan bahasa resmi/buku. Sedangkan ujaran ada dalam ucapan. Untuk disimak. Dapat disimak, tidak dapat dibaca. Sering/banyak diadakan pengulangan. Mempergunakan bahasa percakapan/sehari-hari.
Proses komunikasi berlangsung melalui tiga media :
a)     visual (atau non verbal)
b)     oral (lisan)
c)     written (tulis).
Tujuh jenis tujuan menulis :
1)     tujuan penugasan (assignment purpose)
2)     tujuan altruistrik  ( altruistric purpose)
3)     tujuan persuasif ( persuassive purpose)
4)     tujuan penerangan ( informational purpose)
5)     tujuan pernyataan (self-expressive purpose)
6)     tujuan kreatif (creative purpose)
7)     tujuan pemecahan masalah (problem-solving purpose).

ü  nada akrab/intim ( the intime voice)
ü  nada informatif
ü  nada mejelaskan ( the explanatory voice)
ü  nada argumentatif ( the argumentative voice)
ü  nada mengkritik ( the critical voice)
ü  nada oritatif
Enam jenis tulisan (Disarikan dari : Adelstein & Pival, 1976 : 1978).
            Tulisan pribadi adala suatu pernyataan dari gagasan-gagasan serta perasaan-perasaan kita mengenai pengalaman-pengalaman kita sendiri yang ditulis baik bagi kesenangan kita sendiri ataupun bagi kepentingan dan kenikmatan sanak keluara atau sahabat karib.
Empat jenis bentuk tulisan pribadi :
§  buku catatan harian (journal)
§  cerit otobiografis (autobiographical narrative)
§  lelucon otobiografis (autobiographical anecdote)
§  esei pribadi (personal essay)
Petunjuk menulis jurnal
a)     Tulislah sesuatu setiap hari
b)     Batasilah setiap catatan jurnal sengan satu pokok penting dan luar biasa saja.
c)     Hendaklah melibatkan diri lebih pada penangkapan setiap seluk beluk pengalaman yang penting tinimbang pada sarana-sarana penulisan.
d)     Katakan dan ceritakan semua itu dengan kata-kata sendiri
e)     Sekali-kali bacalah catatan-catatan itu sehari atau dua hari kemudian. (Adelstein & Pival, 1976 : 17).

Tujuan tulisan bernada penerangan, nada tulisan seperti ini bersifat informatif, bernada memberi penerangan kepada orang lain. Dan nada informasi ini biasanya menghasilkan tulisan bersifat deskriptif, tulisan yang bersifat melukiskan tau memerikan, bila diabadikan di atas kertas. Ditinjau dari segi bentknya, tulisan pemerian dapat dibagi atas pemerian faktual (factual description) dan pemerian pibadi (personal description).
Bentuk-bentuk tulisan penyingkapan. Berdasarkan bentuknya, tulisan penyingkapan dapat dibagi atas : a) klasifikasi b) devinisi c) analisis e) opini. (Adelstein &Pival, 1976 : 232). Definisi adalah sejenis penyingkapan yang merupakan dasar bagi semua tulisan yang bertujuan untuk menjelaskan. Richard M. Weaver membedakan tiga jenis devinisi, yaitu:
a)     definisi “kamus”
b)     definisi logis atau formal
c)     definisi secara luas. (Weaver, 1957 : 30).
Jenis-jenis Definisi : Sinonom, Ilustratif, Negatif, Formal, Perluasan. Analisis terbagi menjadi dua yaitu analisis Proses dan Butir.
            Tulisan persuasif adalah tulisan yang dapat merebut perhatian pembaca , yang dapat menarik minat, dan yang dapat meyakinkan mereka bahwa pengalaman membaca meupakan suatu hal yang amat penting. Ciri-ciri tulisan persuasif  haruslah jelas dan tertib. Hidup dan bersemangat. Beralasan kuat. Bersifat dramatik. Persuasi logis atau yang biasa disebut argumentasi. Persuasi logis berdasar pada penalaran logis. Penalaran logis mencakup dua proses dasar berpikir dan organisasi, yaitu:
a.      induksi
b.      deduksi

Tulisan yang berada mengkritik menghasilkan tulisan mengenai sastra. Dalam merencanakan dunia fiksi ini, para penulis memegang peranan yang beraneka ragam, antara lain :
a)     Penulis sebagai pemimpin/pengelola pentas; sebagai sutradara, maka sang penulis memusatkan perhatian pada aspek-aspek teknis karya mereka.
b)     Penulis sebagai penulis cerita (scriptwriter), maka sang sastrawan berhadapan dengan aspek-aspek retorik suatu karya sastra.
c)     Penulis sebagai direktur atau pemimpin, kalau kita analogikan suatu karya sastra dengan suatu produksi drama, maka peranan penulis sebagai direktur adalah membentangkan tahap-tahap makna yang telah menjadi sifat karya tersebut.
Ironi adalah sejenis gaya bahasa yang mengemukakan suatu hal dengan makna yang berlainan, merupakan suatu kualitas dalam setiap pernyataan atau situasi yang muncul dari kenyataan bahwa sesuatu yang wajar, yang diharapkan tidak disebut atau dilaksanakan, tetapi diganti dengan kebalikannya. Pradoks adalah suatu gaya bahasa pertentangan; sebagai contoh :
            Neraka itu adalah sorga baginya.
            Gula terasa pahit bagi saya.
            Kerja keras merupakan hiburan bagi petani.
Dalam aneka pradoks yang dipergunakn dalam karya-karya sasta terdapat suatu kebenaran kesemestaan yang merupakan dasar bersama. Kadang-kadang pradoks dipergunakan untuk menyebutkan suatu pertanyaan yang melulu bertentangan dengan keyakinan umum. ( Laverty [et al], 1971 : 536).
            Tulisan yang bernada otoritatif menghasilkan kaya ilmiah (the research paper). Tahapa-tahap yang biasanya dilalui dalam tulisan ilmiah adalah sebagai berikut :
a.      Memilih Pokok/Topik
b.      Membaca Pendahuluan.
c.      Menentukan Bibiliografi Pendahulan.
d.      Membuat Kerangka Pendahuluan.
e.      Membuat Catatan.
f.       Menyusun Kerangka Akhir.
g.      Menyusun Naskah Pertama.
h.      Mengadakan Revisi.
i.        Menyusun Naskah Akhir.
j.        Mengoreksi Cetakan Percobaan.
(Adelstein and Pival, 1976 : 521; Klammer, 1978 : 83 : Willis, 1977 : vii-).
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar