Selasa, 08 Maret 2016

Cerita Pendek



Akhir Hidup 
 
Matahari telah terbit teriakan ayam bertanda hari mulai pagi. Danu yang sedang  terbaring diranjang mulai membuka matanya sembari mengucak-ngucak matanya yang sedikit demi sedikit mulai terbuka lebar, setelah cukup sadar danu beranjak dari tempat tidur lalu pergi mandi karena hari ini dia harus pergi kesekolah. Makanan sudah tersedia dimeja makan namun tidak ada seseorang didapur. Danu yang sudah berpakaian seragam segera pergi kedapur, untuk sarapan agar tidak terlambat pergi kesekolah. Seperti biasa danu makan bersama ibunya, tapi entah mengapa hari ini ibunya nampak tidak ada.
 “Ibu……”
 “Ibu…….... “
  “Bu…………………..”
Danu memanggil ibunya untuk sarapan bersama, namun tidak ada jawaban. Dia hendak beranjak dari dapur memanggil ibunya tetapi dia melihat secarik kertas yang ditempel pada kulkas bertulisan :                                                                                                                             “Danu ibu harus pergi bekerja pagi-pagi,
kamu jangan lupa pergi kesekolah sarapan sudah ibu siapkan.”

Beberapa menit danu terdiam setelah membaca pesan dari ibu, seketika langsung dilahapnya makanan yang tersedia dimeja. Dia berangkat kesekolah seorang diri dengan berjalan kaki, pikirnya tidak tenang karena dia pergi tanpa melihat wajah ibunya. Pada saat jam istirahat toni teman sebangku danu memulai sebuah pembicaraan dengan danu.
 “Dan, apakah kamu masih memiliki kakek dan nenek?”
 “Tidak, aku hanya memiliki kakek. Nenekku sudah meninggal, kalau kamu ton ?”
 “Kakek dan nenekku sudah meninggal beberapa tahun yang lalu,
    nenekmu kapan meninggal ?”
 “Toni, aku tidak tahu. Ibuku tidak penah bercerita kapan nenek meninggal.”
Lonceng sekolah berbunyi tanda waktu istirahat telah selesai, danu dan toni mengakhiri pembicaraannya. Tidak terasa hari mulai siang jam telah menunjukan pukul 02.00 waktu belajar berakhir dengan doa. Danu bergegas merapikan buku pelajaran yang dimilikinya lalu kaki-kakinya mulai melangkah meninggalkan tempatnya bersekolah SMA Nusa Bangsa, perlahan-lahan langkah itu mengantar dirinya menuju rumah.
Sesampainya dirumah danu langsung melepaskan kedua alas kaki yang masih melekat dikakinya dan segera pergi kekamar untuk menganti pakaian. Tidak lama terlintas dipikirannya tentang nenek karena perbincangannya dengan toni waktu istirahat tadi, didalam hati kecilnya danu bertanya-tanya mengapa ia tidak tahu kapan neneknya meninggal. Yang ada dibenaknya tentang seorang nenek hanyalah seorang wanita tua renta yang membimbing dan memperhatikan cucunya.
Rasa ingin tahunya tentang sosok nenek memaksakan pikirannya untuk mengingat-ngingat kembali sesuatu tentang nenek, tetapi itu tidak berhasil karena tidak ada sama sekali yang danu ingat dari neneknya. Lama-kelamaan tanpa sadar pikirnya melayang membawanya pergi kedunia khayalan disuatu tempat danu melihat sosok wanita tua renta yang melmbai-lambaikan tangan seakan-akan memanggil danu untuk mendekat lalu terdengar suara,
 “Danu…”
 “Danu…….”
“Danu……………”
Suara itu semakin keras dan jelas memasuki telinganya, danu terbangun dari mimpinya. Ternyata suara itu berasal dari ibu yang memanggil danu dari luar kamar saat baru pulang bekerja. Tanpa pikir panjang setelah terbangun, danu langsung berjalan keluar kamar untuk menghampiri ibunya.
 “Ibu baru pulang bekerja?”
 “Iya, dimana saja kamu? ibu panggil-panggil baru saja keluar?”
“Danu tertidur bu’ baru saja terbangun saat ibu panggil tadi.”
 “Oh… kalau begitu mari kita makan bersama-sama?”
“Iya bu’. ”
Ibu segera membuka bungkusan yang baru dibeli tadi dan meletakkannya diatas meja makan lalu mereka menyantapnya bersama-sama. Pikiran danu terus bertanya-tanya tentang nenek, dia ingin menanyakan kepada ibu kapan nenek meninggal. Rasa ingin tahu danu membesar sehingga tidak dapat lagi membungkam mulutnya untuk tidak berbicara. Setelah mereka selesai makan danu langsung bertanya kepada ibu.
 “Buu, bolehkah danu bertanya sesuatu?”
“Boleh, apa yang ingin kamu tanyakan?”
 “Kapan nenek meninggal?”’
 “Sudah lama, mungkin sekitar 25 tahun yang lalu.”
 “Oh… mengaapa nenek meninggal bu?”
 “Karena sakit.”
 “Sakit apa?”
 “Nenekmu menderita penyakit kanker.”
 “Benarkah? Tolong ceritakan kepada danu.”
 “Baik ibu akan mencerita kepada danu, awalnya nenek selalu mengalami
pendarahan tanpa henti ibu saat itu masih berumur 18 tahun lalu kakek dan ibu
 membawa  nenekmu untuk periksa ke dokter.
Hasil dari pemeriksaan dokter menunjukan nenek telah mengidap penyakit
kanker stadium 2B. Ibu dan kakek sangat terkejut dengan hasil pemeriksaan dokter,
kami tidak menyangka karena nenekmu terlihat baik-baik saja. Dokter menyarankan
nenek untukmenjalani pengobatan terapi sinar dan kemoterapi, pada terapi sinar
pertama semuanya berjalan tampak lancar sampai terapi sinar ke-25 lalu pengobatan
dilanjutkan dengan kemoterapi. Kemoterapi pertama dilanjutkan namun tidak berjalan
dengan lancar, sebab efek samping dari obat kemo yang sangat keras. Setelah
melakukan kemo terapi nenek mengalami mual dan nafsu makannya hilang,  terapi
sinar tetap dilanjutkan keadaan nenek mulai memburuk kuku dan jari-jari ditubuhnya
mulai menghitam rambutnya juga rontok sampai nenek tidak mampu lagi
untuk melanjutkan terapi. Nenek berhenti menjalani terapi namun penyakit itu
semakin menggrogoti tubuhnya pendarahan itu terus berlangsung
beruang-ulang sehingga nenek harus menjalani perawatan dirumah sakit. Setelah
kejadian itu nenek kembali melanjutkan terapi sinar dan kemo terapi tapi keadaan
tubuhnya semakin memburuk rambut dikepalanya membotak, badannya mulai
mengurus, kaki-kakinya tidak mampu lagi digunakan untuk bangun atau berdiri
sehingga nenek harus menggunakan kursi roda. Dan pada akhirnya nenek tidak
sanggup lagi untuk menjalani terapi, setelah itu terapi dihentikan. Nenek hanya bisa beristirahat
terbaring lemah dirumah, terkadang sesekali ibu mengajak nenek jalan-jalan naik
kursi roda disekitar rumah. Ingatan nenek mulai menghilang, namun penyakit itu
masih bersarang ditubuh nenek sehingga sering terjadipendarahan yang
mengharuskan nenek masuk rumah sakit kembali untuk menjalani perawatan.
Tepatnya pada hari kamis pukul 01.00 siang dirumah sakit nenek meninggal dunia
karena penyakit kankernya.”
“Sekarang nenek dikuburkan dimana bu?”
“Didesa tempat kelahiran nenekmu.”
 “Kira-kira berapa lama waktu perjalanan kesana?”
 “Kurang lebih sekitar 3 jam.”
 “Nanti kapan-kapan ibu ajak danu kekubur nenek?”
 “Iya, nanti ibu akan bawa danu kesana.”

Matahari mulai terbenam sinarnya tenggelam kearah barat, hari mulai sore suara adzan menyelimuti pendengaran ibu dan danu bertanda panggilan untuk shalat telah tiba. Danu segera merapikan meja makan dan mencuci piring, perbincangan mereka berakhir karena mereka akan segera melaksanakan shalat magrib.


SELESAI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar